Stay@HomeMOmmY

Blognya Emak di Rumah ;)

DPaT vs DPT

Penjelasan lengkapnya bisa dibaca di sini,
http://www.tempo.co.id/medika/arsip/092002/keg-5.htm.

Intinya, aku kutipin di sini ya…
DPwT atau DPT: mengandung satu sel pertusis yang utuh (whole) yang menyebabkan adanya reaktogenisitas yang tinggi. Reaktogenisitas inilah yang menimbulkan demam tinggi, bayi menangis lebih lama, kejang, dan reaksi lokal seperti pembengkakan pada lokasi suntikan.

DPaT: Dengan komponen pertusis aseluler, vaksin ini mengandung ekstrak protein dengan tingkat kemurnian tinggi dari tiga antigen pertusis B yang menciptakan respons imun yang kuat dan tingkat efikasi yang sama atau lebih tinggi daripada vaksin pertusis dari sel utuh. Vaksin pertusis aseluler memiliki keunggulan berupa reaktogenisitas yang lebih rendah dibandingkan vaksin konvensional.

====
Biasanya emang yg DPaT/Infanrix ini tidak memberikan efek demam,(nggak berlaku di semua anak sih, tapi Alya dulu 3x pake Infanrix waktu bayi, ya nggak demam.) Kalo tetract HiB dan Infanrix HiB, hehehhe…aku juga tahunya setelah Alya lengkap dapet DPaT Hib
secara terpisah🙂. Stelah aku tahu ada yg gabungan, ntar anak ke dua mau imunisasi yg gabungan/simultan aja, irit ongkos DSA bow!😉

No comments yet»

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: