Stay@HomeMOmmY

Blognya Emak di Rumah ;)

Posisi Telapak Kaki Anak Tidak Sempurna

Dear BeingMoM-ers,

Alyaku (3th 8 bl) dari kecil kalo jalan suka jatuh, begitu gede, kalo jalan jauh dikit ngeluh capek dan minta gendong.

Kami pernah konsultasi ke dokter SpBO (spesialis bedah ortopaedi) saat dia umur 2,5th, dan ternyata Alya harus memakai sepatu terapi selama 24 jam sehari kecuali mandi, untuk mengoreksi tapak kakinya, minimal selama 6 bulan. Menurut dokter tsb, hal itu disebabkan karena posisi duduk Alya yang salah (posisi huruf W: lutut di depan dan tapak kaki ke belakang mengarah ke luar). Selain itu, menurut dokter, kondisi tsb diperburuk lg dg BBnya yg berlebih saat itu, 18 kg (2,5th).

Karena ayahnya tidak tega membayangkan Alya tersiksa (kalo aku sih tega2 aja
selama itu buat kebaikannya) selama min 6 bulan, maka sepatu terapi itu tidak jadi kami beli. Waktu itu dokter tsb hanya mengutarakan alasan estetika, “masak wanita jalannya nggak sempurna, bengkok”, maka ayahnya tambah bersikeras utk tidak membeli sepatu tsb. Kata ayahnya, perempuan yg penting otaknya, bukan kakinyašŸ˜¦

Tapi semua itu berubah jadi kekhawatiran besar saat postingan artikel di Kompas hari Minggu (atau Sabtu?) yl, mengupas habis masalah ini. Ternyata sebagai orangtua kita harus aware jika anak sering jatuh tanpa sebab ketika berjalan, sering mengeluh capek padahal baru sedikit berjalan dan cara berjalannya jinjit. Itu adalah tanda2 kelainan pada telapak kaki anak yang
harus segera dikoreksi sebelum umurnya 5 tahun! Kenapa? Karena proses pengkoreksian bisa memakan waktu sd 2 th, dan saat usia 7 th, pergelangan kaki anak sudah berputar (cmiiw) dan sudah sulit untuk dikoreksi. Akibat tidak dilakukan pengkoreksian: bukanlah estetika saja, tapi pertumbuhan telapak kaki kiri dan kanan, tidak sama, bisa selisih sd 7 cm! OMG!

RS Mitra Keluarga Kelapa Gading (yg dimuat di artikel tsb) ternyata memiliki klinik khusus Kids Foot, yang melayani terapi ini, aku baca sih, pemakaian sepatu terapinya cuma 8 jam sehari. Tapi setelah aku telp ke sana, utk pasien baru, waiting list sd maret 2007!

Duh, sharing dong, ada yg pernah ngalamin hal ini nggak? Ada cara lain nggak untuk mengkoreksi telapak kaki gadis kecilku?
==============

Ada RS khusus tulang (RS Siaga di Ps Minggu telp 7972750), di sana one stop shopping, mulai dari konsul ke SpBO, foto xray kaki anak sd pengukuran sepatu. Total2 ma konsul nggak sampe gopek deh. SpBO yg ‘terkenal’ di RS ini, dr Syehab dan dr Yose. Di milis manapun yg aku ikutin, dua dokter inilah yg sering disebut2. Memang RSnya biasa banget, beda lah sama RS Mitra Keluarga atau RS Siloam, tapi bersih,kok, rapi.

Aku justru konsul ke SpBO di sana. Dan pas nulis ini, tiba2 aku kepikir gini, efek samping selisih 7 cm antara tapak kanan & kiri adalah kemungkinan terburuk. Dan harusnya dokter SpBO lebih ahli mengenai tulang daripada SpRM kan? Dan mungkin SpBO Alya dulu hanya memberikan alasan estetika utk tidak membuat aku khawatir yg berlebihan, atau juga efek utk kondisi kaki Alya, ya sampai di situ saja.

============
Dr. Meidy Triangto di RS
Mitra Kelapa Gading, disana ada kids foot center.

No comments yet»

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: