Stay@HomeMOmmY

Blognya Emak di Rumah ;)

Bertapa Dalam Si Biru

Berada dalam sebuah kamar, sendiri, dengan alat hitam besar yang menutupi telinga dan sebagian kepala, sambil bernyanyi dengan segala ekspresi – entah dengan sekedar menggoyangkan kepala, pinggul, bertepuk tangan, ataupun menghentakkan kaki – sungguh mampu membuat saya meng claim: dunia ini, milik saya sendiri.

Ya, saya suka sekali bernyanyi. Bernyanyi buat saya, adalah sebagai therapy, obat penyembuh, dopping atau entah apa lagi istilah yang tepat untuk itu. Dengan ’bertapa’ dan bernyanyi dalam kamar, saya bebas mengekspresikan segala emosi jiwa. Tidak ada aliran musik ataupun lagu khusus yang saya minati, karena lagu yang saya suka, biasanya sesuai dengan emosi jiwa yang sedang mengalir pada saat itu.

Tapi itu semua terjadi dulu, saat saya menjadi ‘Ratu’ atas sebuah kamar, walau berukuran kecil. Dalam kamar saya yang sekarang, dengan ukuran 5mx4m, harusnya bisa menjadi tempat ‘pertapaan’ sekaligus ’studio’ bernyanyi yang nyaman buat saya. Tapi bukan saya satu-satunya penguasa di sana, karena kamar itu juga milik suami, dan ’miniatur’ kecil saya. Saya tidak lagi bisa bebas berekspresi saat segala bentuk emosi jiwa menghampiri.

Sebagai ibu rumah tangga, hampir sebagian besar waktu, saya habiskan di jalan. Entah itu untuk berbelanja, membayar beberapa tagihan yang tidak ingin saya masukkan dalam tagihan 1 bill kartu kredit saya, antar jemput sekolah anak saya , mengantar ibu saya ke mana saja saat ia tidak ingin mengemudi, bahkan menjadi sopir pribadi keponakan saya saat sopirnya berhalangan hadir. Maka si ’Biru’ – demikian saya memanggil mobil saya – berfungsi ganda selain sebagai alat transportasi, juga sebagai tempat ’pertapaan’ saya yang baru. Dalam kesendirian saya di perjalanan menuju hipermarket, atau sehabis mengantar ibu/anak/keponakan, maka saya akan bernyanyi di balik kemudi.

Saat saya sedih, mengalami kekecewaan yang berat, maka saya akan membawa si ’Biru’ menepi. Saya akan ‘bertapa’ di dalamnya dan memutar lagu-lagu yang mellow. Saya bernyanyi dan terus bernyanyi sampai tak terasa air mata saya mengalir dan terus mengalir. Saya membayangkan saat itu saya tengah duduk di tepian pantai, menanti ombak datang dari arah laut untuk mengambil kesedihan saya dan membawanya pergi. Saya biarkan ombak menerpa tubuh saya berkali-kali sampai kesedihan saya benar-benar habis ia bawa pergi. Setelah itu, memang mata saya menjadi merah dan sembab, tapi beban kesedihan itu juga sudah tak ada lagi.

Saat saya sedang dikuasai amarah, saya akan memutar lagu dengan irama yang menghentak. Saya putar dengan volume yang cukup keras, dan saya akan bernyanyi dengan setengah berteriak. Rasa amarah yang ada saya rasakan seperti lava panas yang menggelegak dalam perut gunung berapi, siap tumpah menjadi lahar panas yang menggenangi kaki-kaki gunung. Saya akan berhenti bernyanyi sampai saya rasakan lahar panas itu mendingin dan saya siap untuk menapaki hari.

Saat saya bergembira, saya akan memutar lagu-lagu dengan irama yang lincah. Sambil mengemudi, saya akan bernyanyi sambil menggoyangkan kepala, membuat ketukan-ketukan berirama pada kemudi dengan tangan saya. Wah, saya seperti berlarian di tepi pantai menunggu matahari terbenam, sungguh menyenangkan.

Ya, bernyanyi dalam si ‘Biru’ adalah keseharian saya, dengan bernyanyi, semua sakit saya terobati, amarah saya terhapuskan, dan saya merasa lebih berenergi. Dan bila suatu hari Anda menemukan si ‘Biru’ dengan seorang ibu berambut cepak ikal berkacamata di balik kemudi, coba perhatikan, apakah mulutnya berkomat kamit seperti ikan mas koki di akuarium? Aha, itu saya!

250307

1 Comment»

  sari wrote @

jadi ingat “saya” 10 tahun yang lalu🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: