Stay@HomeMOmmY

Blognya Emak di Rumah ;)

Mengusahakan Yang Terbaik vs Menjadi Yang Terbaik

Terbaik. Setiap orang saya rasa pasti ingin menjadi yang terbaik, entah itu di lingkungan sekolah, kerja, ataupun di mana saja. Tapi bagi saya, mengusahakan yang terbaik jauh lebih penting daripada menjadi yang terbaik. Dengan mengusahakan yang terbaik, entah akhirnya akan menghantarkan saya menjadi yang terbaik atau bukan, setidaknya saya puas bahwa saya sudah mengusahakan yang terbaik.

Saya belajar banyak dari kasus meninggalnya Benneth beberapa bulan yang lalu. Di hari di mana mobil antar jemput sekolah Benneth meledak, di hari yang sama, mertua saya divonis memiliki tumor jinak di otaknya dan harus menjalani operasi.

Vita, ibunda Benneth, salah satu teman saya yang terbaik. Tentunya saya ingin mengusahakan yang terbaik untuknya. Di saat2 sulitnya seperti itu, saya ingin menemaninya menunggui Benneth di RS atau sekedar bisa sekaliiiii saja menjenguk Benneth ke RS, sekedar mengusahakan yang terbaik yang saya bisa. Tapi yang ada, saya tak pernah punya waktu.

Hari2 saya lalui untuk menemani mertua dirawat inap di RS. Ada pernah suatu waktu 1 atau 2 hari saya tidak ke RS, saya memilih tinggal di rumah untuk beristirahat, membayangkan esok hari dan seterusnya tubuh mungil ini harus dipecut lagi menunggangi si Biru, menempuh perjalanan Bintaro-Medistra setiap harinya.

Yang hanya bisa saya lakukan untuk Vita saat itu, menyemangatinya lewat sms2 yang saya kirimkan. Dan pada suatu hari, entah di hari ke berapa (dari total 1 bulan) mertua saya dirawat inap di RS, saya menerima telepon dari Sharah, yang mengabarkan Benneth sudah berpulang. Spontan yang saya lakukan saat itu, adalah berteriak dan terisak di koridor RS tempat mertua dirawat. Saya tidak rela, saya tidak puas, saya belum mengusahakan yang terbaik yang saya bisa.

Saat itu saya langsung menghubungi Anne, dari Medistra saya langsung menuju Kuningan, tempat Anne tinggal dan bersamanya saya ke RSPP untuk melayat Ben. Melihat jasad Ben, melihat kesedihan Vita, bongkahan kekesalan pada diri saya memuncak. Di salah satu sudut sepi dekat ruang jenazah, tangis saya pecah, menyesali kenapa saya tidak sempat berbuat yang terbaik untuk Vita sebelum Ben pergi. Aneh juga, jujur, saya tidak pernah merasa sekecewa itu pada diri sendiri. Saya merasa gagal karena tak mengusahakan yang terbaik. Seandainya saat itu saya bisa mencuri waktu 1 hariiii saja untuk menjenguk Ben ke RS, mengorbankan waktu istirahat saya yang cuma 1 hari untuk ke Kelapa Gading menemui Ben, mungkin saya bisa lebih lega.

Saat melayat Ben di RSPP, saya memilih diam, tidak menanyakan apa-apa ke Vita, karena saya yakin itu hanya menyebabkannya luka. Saat Ben selesai dimandikan dan akan dipulangkan ke rumah, saya memeluk Vita. Saya minta maaf karena selama ini, di saat2 sulit saya, dia ada untuk menguatkan saya. Sementara saya, di saat-saat sulitnya, tidak dapat mengusahakan apa2.

Setelah hari itu, saya masih mencoba mengusahakan yang terbaik untuk Vita. Beberapa langkah saya coba dan berhasil. Dan saya merasa sampai di titik ini, saya puas. Saya sudah mengusahakan yang terbaik, yang saya bisa. Saya, mungkin tidak akan menjadi yang terbaik dari semua teman Vita. Tapi setidaknya, saya puas, saya lega. Saya sudah mengusahakan yang terbaik.

Cat: Amangboru saya sudah pulang ke kotanya minggu lalu. Saya juga puas, saya sudah mengusahakan yang terbaik. Walaupun kanker parunya sudah menginjak stadium akhir, batuknya juga sempat mengeluarkan darah, dokter sudah mengeluarkan vonis akan umurnya, saya puas sudah menjaganya dengan baik selama beliau di sini. Saya mungkin bukan yang terbaik, tapi sekali lg, bukan itu yang penting buat sayašŸ™‚

4 Comments»

  mami odi wrote @

hai…
tulisan mu membuat aku tersentuh,baru saja aku menulis diblog aku ttg love is time, yah emang dengan memberikan sedikit waktu kita ada orang2 yg dibahagiakan,

  Devita Umardin wrote @

Mami Odi: iya, mbak, puas rasanya kalo bs mengusahakan yg terbaik, entah buat orang lain ataupun buat diri sendirišŸ™‚

sesal yg dateng belakangan nggak pernah ada gunanyašŸ˜‰

  sari wrote @

lam kenal… senang bisa mengenal orang sebaik dirimu…

  devita umardin wrote @

salam kenal juga SarišŸ™‚
hehehe…jd malu…jeleknya masih banyak nih, ga tau aja :p


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: