Stay@HomeMOmmY

Blognya Emak di Rumah ;)

Mellow Marellow – bukan permen marshmallows :D

Lagi2 saya mellow marellow saat datang ke perpisahan TK nya Alya. Entah apa yang harus saya sedihkan, sementara anak saya saja, begitu semangatnya lepas dari TKnya karena ingin cepat2 masuk SD, katanya.

Mungkin, bisa jadi saya terharu, karena bayi mungil saya dulu kini sudah mau SD, mungkin saya terharu saat ‘ancaman’ kecilnya pagi itu pada saya,”Ibu harus duduk di depan ya, nonton kakak”, mungkin juga saya terharu karena sepertinya saya kehilangan banyak hal, tahu2 dia sudah tumbuh besar.

Yg jelas, setelah pesta perpisahan itu, rasa kehilangan saya melebar ke mana2. Jalan lebar menuju sekolahnya, senyuman lebar office boy saat mobil saya menepi di depan pintu gerbang sekolah, di mana ia langsung dengan sigapnya memegang mic dan memanggil, “Inanta” saat saya menjemput anak saya, uluran tangan satpam saat membantu Alya turun dari mobilnya yang tinggi (yg sering ditolaknya karna merasa sudah besar), jadi seperti pekerjaan harian yg awalnya seperti menjemukan dalam 2 tahun ini, berubah jadi kenangan berharga🙂

Saya juga jadi merindukan ibu2, teman2 saya di sekolah, anak2 kami melanjutkan sekolah yg tersebar ke seluruh penjuru. Hehehe…mellow marellow sekali saya… Semua berasa kosong saat itu.

Dulu, saya pernah membaca di Kompas tentang emptiness, perasaan kehilangan yg dirasakan oleh setiap wanita, yg akan datang di beberapa tahapan hidupnya, pertama kali saat anaknya masuk SD, dan kemudian saat anak2nya menikah (atau ada saat2 lainnya, hmh..saya lupa).

Dasar orang yg melankolis, saya mendapatkan premature emptiness saat Alya baru beberapa bulan menginjak TK B. Ya, saat usia nya 5th 2 bulan, gigi susunya tanggal untuk pertama kali. Saya sperti dikagetkan, itu artinya anak saya sudah besar! Gigi susunya akan berganti dengan gigi seri, gigi yg dimiliki orang dewasa😉 Tiba2 saya merasakan emptiness itu, rasa yg harusnya saya rasakan saat ia masuk SD :p (maklumlah, rata2 anak mulai tanggal giginya usia 6th, saat akan masuk/ sudah duduk di SD).

Kalau ibu2 lain mengalami emptiness di hari pertama masuk SD, mungkin saya mengalami emptiness berkali2, bukan cuma saat gigi susu Alya tanggal, bukan cuma saat pesta perpisahan TK nya di sekolah, bukan cuma saat mengambil jahitan seragam SDnya di tukang jahit, tapi mungkin juga saat menuntunnya di hari pertama ia masuk SD nanti, memintanya untuk lebih mandiri lagi, melepaskannya ke kehidupan dewasa yg sebenarnya.

Ohya, saya lupa, satu cita2 saya, semoga ia sembuh dari leletnya, semoga setiap pagi saya tak perlu lagi berteriak mengingatkannya,”makanannya dikunyah, Kak, jam jalan terus tuuuh”😀

Aaahhh…mellow marellow sekali saya rasanya….

No comments yet»

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: