Stay@HomeMOmmY

Blognya Emak di Rumah ;)

Mimisan pada anak

info dari email Jeng Gopina, rangkuman dari milis sehat😉

1.dr. eka

mungkin ada suatu kelemahan dari pembuluh darah hidung (plexus nasalis) atau ada penyakit darah? baiknya coba periksa darah perifer lengkap dulu atau konsul ke spesialis THT. wass, eka

2.dr. agnes

Mimisan pada anak umumnya jarang yang serius, kecuali kalau diikuti perdarahan lain seperti perdarahan gusi, atau perdarahan di bawah kulit. Bisa juga jadi serius kalau mimisannya banyak sekali. Pada anak-anak, mimisan biasanya sering terjadi karena udara yang kering, iritasi membrane dalam hidung, atau kelembaban yang kurang, apalagi saat winter (di negara 4 musim). ISPA/ infeksi lainnya, serta alergi jg sering menyebabkan mimisan, penyebabnya apa belum diketahui dengan pasti. Dan pada orang yg septum hidungnya mengalami deviasi katanya cenderung jadi sering mengalami mimisan
ini.

Jadi kalau menurut saya, anak mbak mimisannya karena ISPA aja mbak. As long as perdarahannya tidak banyak, sebetulnya bisa ditangani sendiri dirumah. Caranya, dengan menekan hidung di bagian antara tulang keras dan tulang rawan selama kurang lebih 5 sp 10 menit dengan posisi duduk, atau berbaring tapi posisi kepala lebih tinggi. Selama itu si anak disuruh bernafas dengan mulut. Lalu sebaiknya anak juga tidak disuruh menyemprotkan ingusnya, krn akan mencetuskan lagi perdarahan. Biasanya perdarahan langsung berhenti. Tapi kalau terus menerus ngucur darahnya harus ditangani lebih lanjut.

Anak temen saya disini, anaknya juga sering sekali mimisan, terutama kalau sedang batuk pilek, sehari bisa 3 atau 4 kali dan cukup banyak. Untuk kasus yang sering seperti ini biasanya diberi obat semprot untuk hidung berisi decongestan/ cairan untuk mengurangi kekeringan dalam rongga hidung. Tapi
kalau mimisannya jarang ya cukup ditekan aja. Dan sampai sejauh ini anaknya baik-baik aja. Bahkan saya pernah punya teman yang dari kecil sampai dewasa tiap batuk pilek pasti mimisan terus dengan jumlah yang cukup banyak. Tapi ya obatnya jg sama, dan memang kalau batuk pileknya sembuh juga mimisannya berhenti.

Salam,

Agnes

3. dr. tonang

Spt disebutkan dr. Eka, ada jalinan pembuluh darah di hidung (plexus nasalis) yang “istimewa” yaitu plexus kisselbach. Begitu tipisnya jaringan ini, sehingga mudah pecah, dan terjadilah mimisan (epistaxis).

Betul sekali, 85% penyebab mimisan tidak diketahui. Beberapa hipotesis muncul, terutama dikaitkan dengan sifat dari dinding pembuluh darah (termasuk hipotesis inflammasi endothel yang begitu rumit, aku ya nggak mudheng kok Agnes hehehe ….)

Penanganan spt disebutkan Ibu Agnes ini (hmm, hmm) biasanya mampu mengatasi masalah, bila memang tidak ada penyebab yang spesifik (misalnya gangguan perdarahan/koagulasi, sehingga dr Eka menyarankan pemeriksaan laboratorium agar jelas masalahnya).

Perlu diketahui, ada dua tipe epistaxis : anterior (yg sering terjadi pada kiesselbach, 90%) dan posterior (di bagian belakang hidung, nasofaring).

Tindakan penekanan/kompresi biasanya sudah ampuh untuk tipe anterior. Sedangkan tipe posterior biasanya memerlukan bantuan dokter. Gampangnya membedakan begini, yang anterior biasanya hanya terjadi pada 1 lubang hidung, anak tidak merasakan adanya tetes darah menuju faring atau mulut atau merasa menelan darah, kita tidak bisa melihat tetesan darah di faring/belakang rongga mulut.

Kalau pada dua lubang hidung, anak mengatakan ada tetes darah di nasofaring atau kita melihat adanya tetesan tersebut, mengarahkan ke tipe posterior. Kalau terjadi yang posterior, ada baiknya dibawa ke dokter, karena cenderung tidak berespon terhadap teknik kompresi.

Nenek kita punya kebiasaan mendongakkan kepala cucunya saat mimisan, ini kurang tepat. Lebih tepat, posisi kepala justru dimajukan dan ditundukkan agar darah mengalir lancar, tidak merangang anak untuk menyentakkan nafas di hidungnya. Paling enak dengan duduk di kursi tapi membelakangi sehingga kepala bisa diletakkan pada punggung kursi, atau kita pangku dengan sedikit membungkuk. Ini agar darah tidak mengalir ke bagian belakang rongga hidung, yang bisa sampai masuk ke saluran cerna atau saluran nafas.

Nenek juga punya kebiasaan memasukkan gulungan daun sirih. Ini bisa dipakai, tunggu sekitar 5 menit, kemudian diambil. Saya menganjurkan, bila dengan cara 5 menit ini belum berhenti, maka sebaiknya dibawa ke dokter agar jelas apa yang terjadi.

Sekalian juga yang sering terjadi pada anak-anak adalah masuknya biji-bijian makanan (sering terjadi pada hari-hari lebaran, natal atau tahun baru) ataupun mainan ke lubang hidung. Kadang langsung diketahui, kadang sampai tercium bau busuk dari hidung saking lama tidak ketahuan.

Kadang kalau biji itu kecil, bisa saja tiba-tiba masuk ke nasofaring, turun kemudian dibatukkan oleh anak. Tetapi yang sering, biji itu cukup besar sehingga bertahan di lubang hidung, menghambat pernafasannya.

Silakan dibawa ke dokter agar bisa segera ditangani. Beberapa tindakan orang tua untuk mencoba mengeluarkan sendiri, justru berisiko makin mendorong masuk ke lubang hidung. Ada teknik tersendiri yang sederhana tetapi efisien untuk mengeluarkan benda asing di hidung ini.


tonang

No comments yet»

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: