Stay@HomeMOmmY

Blognya Emak di Rumah ;)

Penyakit Lama

3 th yang lalu, saya pernah menulis tentang penyakit lupa saya d blog. Setelah sekian tahun berselang, saya pikir harusnya saya membuat inovasi dan strategi biar masalah ini teratasi, biar saya bisa menulis kembali di blog dan membuat statement: penyakit lupa saya sudah berkurang, nyatanya: makin parah.

Beberapa hari yang lalu saya menarik uang tunai di ATM sebuah bank, di dalam minimarket yang tak jauh dari rumah. Setelah selesai, saat masuk ke dalam mobil, saya dibuat terpana karena sang kasir berlari2 ke arah saya sambil melambai2kan kartu ATM saya,”Bu, Ibu yg terakhir d ATM kan? Ini kartu ibu ketinggalan!” Astaga! Saya langsung teringat bahwa saya belum menuntaskan transaksi di ATM, hanya mengambil uang dan langsung berlalu pergi, meninggalkan kartu ATM saya masih ada di dalam mesin.

Ini bukan kali pertama terjadi. Kartu ATM BCA saya sebelumnya sudah pernah 2x tertelan mesin, untungnya transaksi sudah selesai dan saya terpaksa mengurus administrasi pembuatan kartu baru. Kartu ATM Bank Mandiri saya, juga pernah tertelan sekali, dan yah, begitulah, saya pun ribet dengan pengurusan administrasi.

Pergi berbelanja ke manapun, seringkali di kasir, saya hanya membayar dan lupa membawa barang belanjaannya pulang. Hingga kasir harus berteriak2 memanggil saya mengingatkan barang belanjaan saya yang tertinggal. Atau bisa saja terjadi, saya ingat untuk membawa belanjaannya pulang, tapi meninggalkan uang kembaliannya di kasir. Yg lebih parah, dan memalukan, saya pernah dipanggil2 kasir karena ternyata saya belum membayar tetapi barang belanjaan sudah saya bawa pulang, OMG!

Ada kalanya Tuhan bermurah hati dengan ke ‘alpa’ an saya itu. Saat kuliah dulu di Bandung, saya pernah meminjam cincin berlian ibu yg cantik untuk saya kenakan sehari2. Tidak terlalu mencolok berliannya karena bertabur di sepanjang cincin, bukan berlian utuh. Berbulan2 cincin itu pernah hilang dan akhirnya saya temukan di bawah tumpukan kertas di rak serba guna yg terbuka di depan kamar kos!

Saat kuliah juga, dompet saya pernah raib tak tahu di mana rimbanya, hingga akhirnya saya menerima telepon dari dosen saya yang ternyata menemukan dompet saya terjatuh di lapangan parkir kampus pusat, yang jaraknya berkilo2 meter dari kampus saya. Mungkin terjatuh saat saya ‘bermain’ ke kampus pusat. Alhamdullilah, semua isi dompet saya temukan utuh😉

Dan pernah suatu waktu, hanya beberapa bulan setelah saya membeli HP baru, saya harus pasrah karena HP itu raib juga tak tahu di mana, setelah saya pergi ke café di dekat rumah pada suatu malam. Bukan café besar, memang, tapi menyatu dengan driving range, sehingga area ‘TKP’ sangat luas dan saya lupa di mana terakhir saya meletakkan HP tsb. Hingga ke esokan paginya, ada telepon dari kasir café tsb yang mengaku menemukan HP saya di area driving range. Astaga!

Saya pernah membaca di suatu artikel bahwa memori manusia memang ada keterbatasan, saat penuh terisi, dia akan otomatis menghapus hal2 yang tidak penting dari memori. Canggih, memang, tapi sayangnya apa yg dianggap si memori itu penting, belum tentu buat saya penting.

Saya sering lupa meletakkan barang2 penting saya, harus bolak balik ke rumah sahabat sekaligus rekan bisnis saya yang rumahnya walaupun judulnya tetangga, tetap saja berkilo2 meter dari rumah saya, karena HP atau kunci rumah saya tertinggal di sana. Cukup sering saya tidak tidur di kamar kos saya karena kunci kamar kos tertinggal di kantor dan terpaksa memakai baju yg sama dengan hari kemarinnya karena itulah baju satu2nya yang ada di keranjang bibi kos. Tapi saya masih ingat tanggal lahir sahabat saya waktu SMP, masih ingat plat nomer gebetan (catat: hanya gebetan) saya waktu SMA yang ih ih ih ih, untuk hari gini, sepertinya nggak penting banget kan?

Saya jadi teringat ayah saya yang punya kapasitas memori luar biasa…tapi pssst…belasan tahun yang lalu, saat saya masih SMA, beliau pernah shalat jumat di masjid dekat rumah dengan mengendarai mobil dan pulangnya jalan kaki! Bukan karena mobil beliau dicuri tentu saja, tapi karena beliau lupa kalau membawa mobilnya serta, saat ke masjid…bwaahahhahahaa….

2 Comments»

  nazla wrote @

wah, nampaknya parah sekali ya mbak😀

salam kenal ya mbak, tau situs ini dari sari🙂

  devita umardin wrote @

Salam kenal juga🙂 Sari suka ngelebih2in tuh mbak…hehehhe


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: